Tentang Sajada

Sejarah

Masjid Syuhada merupakan salah satu masjid besar dan bersejarah di kota Yogyakarta yang ramai dikunjungi umat muslim setiap harinya. Berdiri di daerah Kotabaru, lokasi masjid ini sangat strategis karena berada di kawasan pusat kota. Selain itu masjid Syuhada juga berdekatan dengan beberapa sekolah, yang mana membuat masjid Syuhada juga ramai dikunjungi siswa-siswa sekolah dan orangtuanya untuk datang beribadah.

Sekitar awal November 2014, beberapa bapak-bapak yang sering bertemu ketika menjalankan ibadah sholat dhuha di masjid Syuhada menyadari bahwa meskipun banyak kegiatan di masjid Syuhada, tapi tampaknya masih belum ada forum kajian yang khusus ditujukan untuk bapak-bapak. Hal ini berkebalikan dengan ibu-ibu, dimana hampir tiap hari ada forum kajian. Dari sini muncul gagasan untuk membuat satu forum kajian bagi para jamaah, khususnya bapak-bapak.

Pada tanggal 18 November 2014, bapak Annas Yanuar Muttaqien, bapak Firman Nurcahyo, bapak Yudi Prihantana dan bapak Eko Agus S. mengadakan pertemuan untuk menindaklanjuti gagasan pembentukan forum kajian untuk bapak-bapak. Dari sini disepakati untuk segera menyampaikan ide ini ke jamaah yang lebih luas, dengan sasaran utama bapak-bapak yang biasa sholat dhuha di masjid Syuhada.

Respon yang sangat positif dari jamaah sholat dhuha, menambah semangat untuk menyampaikan ide ke jamaah yang lebih luas. Dari sini proses sosialisasi dilanjutkan pada orang tua murid TK, SD dan SMP masjid Syuhada, orang tua murid SD ungaran dan juga bapak-bapak yang sering berkumpul di beberapa warung dan kedai angkringan di sekitar masjid Syuhada. Dan ternyata respon yang diterima tak kalah baiknya.

Akhirnya pada tanggal 22 November 2014, diselenggarakan pertemuan lanjutan yang lebih besar dengan agenda utama pembentukan pengurus. Pada pertemuan ini, disepakati nama organisasi yaitu Komunitas Jama’ah Dhuha Masjid Syuhada Yogyakarta (Sajada). Hasil lainnya adalah terbentuk susunan pengurus Sajada untuk masa bakti 2015-2017.

Susunan pengurus periode pertama (2015-2017)

Jabatan Nama
Pelindung 1 Dr. Gun Nugroho Samawi
Pelindung 2 Herry Zudianto, SE., Akt., MM
Penasehat 1 Ust. Makhroji Khudori
Penasehat 2 Ust. Muhammad Ansori
Ketua Umum Yudi Prihantana, SE.
Sekretaris Umum Annas Yanuar Muttaqien
Bendahara Umum Gunawan Priyono
Kabid Kajian Komarudin Yusuf
Kabid Pengembangan Ekonomi Tutus Alun Asoka Sakti
Kabid Pengembangan Organisasi dan Hukum KMRT. Agung Budiharta
Kabid Sosial dan Pendidikan Ray Setiawan

Logo Sajada

Logo Sajada terdiri dari tulisan Silaturahmi jama’ah dhuha masjid Syuhada Yogyakarta berwarna hijau, yang melingkari gambar kubah masjid warna emas, tulisan SAJADA dan tahun 2014. Dibingkai dalam bentuk geometris segi delapan Rubb Khizj warna hijau.

Logo Sajada

Logo Sajada

 

Makna logo Sajada :

  1. Bentuk geometri segi delapan Rubb Khizj, terinspirasi dari simbol kerajaan Islam pada masa Abbasiyah. Mempunyai makna delapan penjuru mata angin, sebagai perlambang syiar Islam menyebar ke seluruh penjuru bumi.
  2. Warna hijau adalah warna yang disukai oleh rasullullah Muhammad SAW, selain warna putih.
  3. Nama komunitas berbentuk lingkaran sebagai perlambang persatuan dan ukhuwah Islamiyah.
  4. Gambar kubah masjid berwarna emas, melambangkan kejayaan Islam yang dimulai dari masjid.
  5. Tahun 2014 sebagai tahun berdirinya Sajada, menjadi tanda agar generasi penerus tidak lupa tentang sejarah dan tujuan pendirian Sajada.